Jaringan.Info

Internet Menggunakan Ponsel

20 March 2008

Penggunaan Internet 11 juta YenBerapa yang Anda bayar tiap bulan untuk akes Internet melalui GPRS atau 3G data? Gambar ini menunjukkan penggunaan Internet di ponsel senilai 11.418.031 Yen, atau hampir 1 Milyar Rupiah(!), selama sebulan. Ini berarti komunikasi data sebanyak kurang lebih 1 GB setiap hari melalui ponsel –bukan dengan komputer yang terhubung ke ponsel.

Ini adalah potret yang mewakili budaya ber-Internet menggunakan ponsel di Jepang. Ke mana-mana kita pergi, kita akan selalu melihat orang-orang yang sibuk menggunakan ponsel. Berkirim email, bermain game, menonton televisi, membuka situs web, dan jual beli barang serta saham menggunakan ponsel sudah merupakan hal yang jamak. Ada juga kisah tragikomedi karena ponsel, seperti yang ditulis oleh Mobile Ojisan.

Orang yang baru berkenalan tidak jarang hanya bertukar alamat email ponsel (keitai me-ru) tanpa bertukar nomor, dan menjadi merutomo, yaitu versi email dari sahabat pena. Malah tidak perlu harus pernah bertemu untuk menjadi merutomo. Aturan yang umum berlaku terutama di kalangan anak-anak adalah merutomo harus cepat-cepat membalas email yang datang. Kita tidak perlu heran bila mengetahui ada anak yang marah kepada temannya karena tidak membalas email dalam 10 menit.

Ponsel memang memberikan ruang yang sangat pribadi bagi penggunanya, bahkan di tempat umum yang sesak pun. Di kereta atau bus yang padat penumpang kita bisa berkomunikasi dengan orang di tempat lain tanpa perlu khawatir terganggu maupun mengganggu orang-orang yang bahunya bersinggungan dengan bahu kita. Yang ada hanya kedipan lampu dan getaran ponsel, serta bunyi tuts-tuts papan kunci saat ditekan oleh ibu jari. Tidak ingin orang sebelah tahu apa yang kita lihat di ponsel? Gampang! Pasang saja pelapis layar anti intip.

Dengan sistem tarif tetap sekitar 5000 Yen per bulan untuk ber-Internet sepuasnya menggunakan ponsel, pengguna tidak perlu khawatir kantongnya kempes. 11.418.031 Yen hanyalah sederetan angka di layar yang tidak perlu dibayar bila Anda termasuk dalam lebih dari separuh orang Jepang yang berlangganan tarif tetap. Jika ber-Internet sudah bisa sepuasnya sementara menelepon harus membayar pulsa per menit, maka telepon yang kita kenal sekarang ini barangkali akan berubah menjadi layanan nilai tambah yang disediakan oleh operator. Mengapa tidak?

ps: Katanya di Eropa ada yang memberikan tarif lebih murah daripada Jepang ya?

8 Komentar. Ikuti perkembangan melalui RSS, atau silakan Trackback.

SIP dan IPv6 di Nokia E51

10 March 2008

Nokia E51 using IPv6Awal bulan ini beli Nokia E51 untuk menggantikan Motorola E1000 yang selama ini saya gunakan. Pertimbangan utamanya adalah karena ponsel ini mendukung wireless LAN 802.11g, SIP, dan 3G. Dengan wireless LAN dan SIP, saya bisa melakukan panggilan telepon menggunakan VoIP ke Linksys SPA-3102 yang saya pasang di Jakarta. Jadi, saya tidak perlu lagi selalu berada di depan komputer menggunakan softphone SIP untuk menelepon ke Jakarta.

Saat pertama menggunakan panggilan SIP ke Jakarta, saya tersadar bahwa codec yang digunakan adalah g.711. Setelah mencari-cari di Internet, ternyata Nokia E51 juga mendukung codec g.729, yang saya gunakan sebagai codec utama di VoIP gateway di Jakarta, dan iLBC, yang juga membutuhkan bandwidth rendah. Caranya adalah dengan memasang aplikasi SIP VoIP Settings, sehingga kita dapat mengatur parameter-parameter SIP secara lebih rinci, misalnya alamat server STUN dan urutan prioritas codec. Saya mengatur agar iLBC memperoleh prioritas pertama saat melakukan negosiasi codec, disusul dengan g.729. Selain itu, saya mengubah rtpmap g.729a di SPA-3102, karena tampaknya Linksys-lah yang menggunakan rtpmap yang tidak cocok dengan perangkat-perangkat lain. Sekarang saya dapat melakukan panggilan VoIP menggunakan codec dengan kebutuhan bandwidth rendah.

Dampak penggunaan g.729 dan wireless LAN yang menggunakan WEP serta WPA adalah batere yang lebih cepat habis karena semuanya menggunakan CPU secara intensif. Menelepon selama sekitar 10 menit cukup membuat ponsel ini terasa hangat di tangan, yang menunjukkan bahwa CPU ponsel bekerja keras selama melakukan panggilan. Saya memilih untuk mematikan fungsi SIP dan wireless LAN, dan fungsi ini baru saya jalankan saat hendak melakukan panggilan. Softphone saya terus aktif di komputer, jadi saya tetap terhubung ke jaringan-jaringan SIP yang saya gunakan, yang berarti saya tetap bisa menerima panggilan telepon VoIP.

Ponsel ini juga mendukung IPv6 seperti yang terlihat di gambar. Sayangnya, saya baru bisa memperoleh akses IPv6 melalui wireless LAN karena operator seluler yang saya gunakan di Jepang belum memberikan akses IPv6 melalui GPRS. Saya memperkirakan bahwa migrasi ke IPv6 akan terjadi antara tahun 2009 hingga 2013. Sementara itu, saya akan coba-coba menggunakan IPv6 di Nokia E51. Percobaan berikutnya? SIP pakai IPv6 dong! Bisa ga ya?

9 Komentar. Ikuti perkembangan melalui RSS, atau silakan Trackback.

VoIP untuk Jakarta

19 November 2007

Semenjak rumah di Jakarta menggunakan layanan Fastnet, saya mulai berpikir untuk menggunakan VoIP untuk berkomunikasi dengan keluarga. Alternatif pertama adalah perangkat telepon Skype seperti Philips VOIP8411B atau Linksys CIT400. Kedua perangkat ini dapat dibeli dengan harga sekitar 120USD di Amerika. Ini berarti pesawat telepon di rumah bertambah satu lagi sementara itu perlu membeli router agar perangkat ini dapat digunakan. Di rumah sudah ada pesawat telepon nirkabel, dan saya ingin memanfaatkan pesawat ini. Setelah survei sana-sini, akhirnya pilihan jatuh kepada Linksys SPA3102, yang menggunakan SIP. Harganya sekitar 90USD di Jakarta.

Linksys SPA3102 ini sekarang saya fungsikan sebagai router, terminal VoIP, dan PSTN gateway. Saya gunakan dua akon Sipphone, masing-masing untuk terminal VoIP dan untuk PSTN gateway, serta satu akon voipbuster sebagai ITSP untuk menelepon dari Jakarta ke luar negeri atau luar kota. Sementara itu, saya pasang Eyebeam sebagai softphone di laptop. Teletone dan impedansi FXS di SPA3102 perlu diatur agar sesuai dengan spesifikasi Indonesia. Informasi teletone dapat dilihat di World PSTN Tone Database dan standar mengenai impedansi dan parameter-parameter lain dapat dilihat di dokumen Postel. Selain itu saya juga perlu mengatur gain input dan output di port FXS, agar suara dapat terdengar dengan volume yang pas.

Karena uplink jalur Fastnet hanya 58kbps, maka codec g.729 dengan kebutuhan bandwidth nominal 30kbps adalah yang paling cocok dibandingkan dengan codec-codec lain yang tersedia di SPA3102. Panggilan dari SPA3102 ke Eyebeam pada awalnya tetap menggunakan g.711 (bandwidth nominal 80kbps), sementara panggilan dari Eyebeam ke SPA3102 menggunakan g.729a. Eyebeam ternyata menggunakan g729, alih-alih g729a, di rtpmap untuk codec ini. Jadi setting Eyebeam harus diganti terlebih dahulu agar panggilan masuk juga dapat menggunakan g.729a.

Jadi, sekarang saya bisa berkomunikasi telepon dengan keluarga di Jakarta tanpa biaya pulsa, dan bisa menelpon nomor mana pun menggunakan nomor rumah. Selain itu keluarga di Jakarta juga dapat menelepon ke nomor HP saya dengan murah.

13 Komentar. Ikuti perkembangan melalui RSS, atau silakan Trackback.

OOT: Pengen Ikut Bikin Laper?

29 September 2007

Bau, penampilan, dan rasa. Sekurangnya tiga hal ini yang membuat kita ingin menikmati sebuah makanan. Internet dan televisi belum bisa membawa bau sampai ke hidung kita. Rasa pun demikian. Kita baru hanya bisa membayangkan bau dan rasa melalui cerita si pembawa berita. Tetapi penampilan makanan? Kita praktis bisa langsung menikmatinya dan kita pun dibikin laper dibuatnya.

Anda juga ingin ikut bikin laper?  Sertakan foto-foto makanan Anda yang membuat liur menetes dan perut keroncongan. Anda hanya perlu bermodalkan akon di wordpress.com dan flickr.com untuk ikut bikin laper.

1 Komentar. Ikuti perkembangan melalui RSS, atau silakan Trackback.

IPv6 Jaringan Ekslusif?

20 September 2007

Situs Command Information menyanjung pengunjungnya yang menggunakan IPv6 sebagai bagian dari jaringan yang eksklusif? Apakah memang harus dianggap eksklusif?

IPv6 eksklusif?

4 Komentar. Ikuti perkembangan melalui RSS, atau silakan Trackback.

Laporan Singkat dari Mozilla 24

20 September 2007

Akhir pekan lalu saya berkesempatan mengikuti sebagian dari Mozilla 24, yaitu acara komunitas sedunia Mozilla yang dilaksanakan selama 24 jam dari tanggal 15 hingga 16 September 12:00JST. Acara ini dilaksanakan di Tokyo, Prancis, Stanford, dan Bangkok secara tatap muka dan online. Tempat-tempat ini terhubung secara langsung melalui Internet menggunakan DVTS, yang mengirimkan digital video tanpa kompresi dengan kecepatan tinggi sekitar 35Mbps.

Mozilla 24 dibuka dengan sesi diskusi panel Is open source cool? yang menampilkan beberapa sudut pandang mengenai open source. Sesi tersebut kemudian disambung dengan SOI A+zilla –ajang kompetisi membuat add-on untuk produk Mozilla– yang diselenggarakan SOI Asia. SOI A+zilla diikuti sembilan peserta tidak hanya menampilkan extension untuk Firefox kreasi para peserta, tetapi juga presentasi budaya yang lebih cenderung tentang budaya otaku. Empat mitra SOI, yaitu ITB, USM, PSU, dan ASTI, juga mengirimkan video wawancara tentang penggunaan dan pengembangan open source.

Saya diberi tugas menjadi MC di sesi SOI A+zilla. Saya juga ikut serta dalam kompetisi ini, dan ternyata menang! Hehe… Hadiahnya adalah boneka Foxkeh bernomor seri 007. Extension yang saya buat adalah untuk menampilkan presentasi kita di browser Mozilla Firefox audiens secara langsung (sebenarnya ada delay 2-3 detik sih). Saya masih mengembangkan extension ini, dan berencana akan menerbitkannya dengan lisensi Mozilla Public License.

Yang paling menarik dalam sesi SOI A+zilla adalah presentasi oleh btm tentang maskot Foxkeh yang dikembangkan Mozilla Japan. Kita semua tentu tahu logo Firefox yang berasal dari Mozilla Corp. di Amerika Serikat. Tetapi pada bulan April 2004, di Jepang muncul karakter Firefox子 (Firefox-ko). Firefox-ko adalah karakter dengan gaya Moe (萌え), yaitu gaya karakter lucu (Jepang: kawaii) yang sering kita lihat di anime dan manga. Inugamix membuat gambar karakter tersebut karena ingin melakukan sesuatu untuk Firefox yang Ia gunakan, dan menurutnya Ia hanya punya kemampuan menggambar. Bagi Mozilla Corporation ini adalah sebuah masalah karena terkait dengan merk dagang. Tetapi karena budaya Jepang sangat menyukai yang lucu-lucu, maka pada akhirnya Mozilla Japan mengembangkan maskot Foxkeh.

Dalam sesi-sesi lain juga berlangsung diskusi antara peserta-peserta di empat lokasi penyelenggaran acara ini. Saya juga sempat menonton keynote oleh Lawrence Lessig yang disiarkan langsung dari Stanford. Prof. Lessig kembali mengusung tema sentral inovasi yang kali ini dengan kata kunci kebangkitan. Yang dimaksud di sini adalah kebangkitan konten yang dibuat oleh pengguna, di mana para pengguna dapat dengan lebih leluasa berinovasi dengan menggunakan lisensi Creative Commons. Mozilla 24 ditutup dengan sesi Global scale computing yang menampilkan impian anak-anak dari Jepang, Amerika Serikat, dan Thailand tentang masa depan sebagai bahan pembahasan oleh Bapak Internet Vint Cerf, Jun Murai (Bapak Internet Jepang), dan Mitchell Baker dari Mozilla Foundation. Pembahasan dalam sesi ini banyak berfokus pada akses, localization, dan topik-topik penelitian baru untuk Internet masa depan.

3 Komentar. Ikuti perkembangan melalui RSS, atau silakan Trackback.

Kompetisi Membuat Add-on untuk Aplikasi Mozilla

8 August 2007

Announcement of SOI A+zilla Add on Competition

We are happy to announce that we are going to host a Mozilla add-on competition jointly with Mozilla 24h event; http://www.mozilla24.com/ (English page will be available soon)

———————————————————–
***** SOI A+zilla Add on Competition *****
- develop open source, develop people -

Inviting everyone to develop add-ons for Mozilla applications and appreciate people’s contributions to local cultures.

September 15, 2007 (Saturday) 14:00-17:00(JST)
Program Chair: Prof.Keiko Okawa (Keio University)

http://www.soi.wide.ad.jp/soi-asia/event/20070915-mozilla/
———————————————————–

This Add-on competition aims to celebrate developers in the Asia-pacific region by collecting funny to serious mozilla add-ons and the developer’s sub-culture presentations. We will ask the add-on developers to submit not only their developed add-on, but also a short film about local cultures. (i.e. funny electric gadgets you can buy in your town, the best local food cooking recipe)

We plan to make this event to be a place where local developers can communicate with each other and develop human networks as well as add-ons!Prior to this, SOI Asia will host a Pre-Workshop on “How to make Mozilla Firefox Add-ons” on August 13th, 2007 from 14:00-18:00(JST). Please join this pre-workshop if you don’t have idea what a Mozilla Firefox Add-on is. Please note that he competition will invite other add-ons like the ones for Mozilla Thunderbird.

———————————————————–
Schedules:
Pre-Workshop: August 13th(MON) 14:00-18:00(JST)
Add-on & Video submission: September 5th(WED) 23:59(JST)
Finalists announcement: September 10th(MON)
Event: September 15, 2007 (Saturday) 14:00-17:00(JST)

———————————————————–
Competition Rules:o Create your own Mozilla Add-ons and upload the xpi file from the upload page (The uploading page will be prepared soon).
o Things to submit;
- Your name (Team name is also OK)
- Title
- Overview of the add-on
- Contact address (Name, Address, E-mail Address)
- Add on in xpi format
- Up to 5min Video introducing the add-on & what’s hot around you (i.e. shopping in Akihabara, Doraemon, Coffee to drink when coding)

———————————————————–

Tidak ada Komentar. Ikuti perkembangan melalui RSS, atau silakan Trackback.

Squid IPv6 2.6.STABLE13

12 May 2007

Following the release of Squid 2.6.STABLE13, I release a patch that can be downloaded here. This patch fixed two bugs on:

  1. dealing with IPv4-mapped IPv6 address, e.g.: ::ffff:10.20.30.40
  2. DNS queries using TCP if responses are truncated.

Applying the patch is as usual.

4 Komentar. Ikuti perkembangan melalui RSS, atau silakan Trackback.

Akses IPv6 ke detik.com?

30 March 2007

Tanggal 8 Maret lalu saya menerima kabar dari Dikshie bahwa detik.com memiliki alamat IPv6. Berdasarkan APNIC, detik.com menggunakan alamat IPv6 yang dialokasikan kepada APJII. Tetapi mengapa situs detik.com tidak dapat diakses? Hasil traceroute menggunakan sixxs.net menunjukkan bahwa packet hilang setelah melewati NTT Indonesia, sementara looking glass di sixxs.net menunjukkan bahwa NTT adalah satu-satunya jalur menuju alamat IPv6 APJII.
Apa pasal? Sebenarnya pake IPv6 ini niat gak sih? hehe..

Dig

# dig www.detik.com AAAA
;; QUERY SECTION:
;; www.detik.com, type = AAAA, class = IN
;; ANSWER SECTION:
www.detik.com. 14h31m3s IN CNAME detik.com.
detik.com. 14h30m36s IN AAAA 2001:dc6:ff2e:4000::41

Traceroute menggunakan sixxs.net.

7 Komentar. Ikuti perkembangan melalui RSS, atau silakan Trackback.

Squid IPv6 2.6.STABLE12

30 March 2007

I uploaded a patch against 2.6.STABLE12 here. The changes are:

  1. fixed HTTPS hierarchy bug
  2. patched HTCP codes; compiled but not yet tested.

The procedure to apply the patch is

>tar zxpvf squid-2.6.STABLE12.tar.gz
>cd squid-2.6.STABLE12
>patch -u -p1 < ../squid-2.6.STABLE12.v6patch.20070327.diff

I am investigating a possible bug where the Squid keeps accessing the IPv6 address of a web server even though the IPv6 address is unreachable.

As usual, please give your feedback!

3 Komentar. Ikuti perkembangan melalui RSS, atau silakan Trackback.

« Tulisan Terdahulu

Cari sesuatu?

Link Menarik

  • Hasil Survei IPv6 oleh ARINBanyak yang tidak siap di Amerika.
  • Filipina bergerak ke IPv6Kampanye dan seminar untuk jaringan IPv6 di Filipina.
  • Fixing the unfairness of TCP congestion control | George Ou | ZDNet.comAkankah ini mengubah Internet yang kita kenal sekarang?
  • Tren Alamat IPv4Sisa alamat IPv4 dengan prefixlen 8
  • The Internet’s space shortageKelangkaan alamat Internet
  • Microsoft Vista\’s IPv6 Raises New Security ConcernsSiap-siap masalah sekuriti mulai muncul di IPv6
  • IPv4 Addresses Expected To Run Out In 2010IPv4 address mau habis?
  • Cisco Security AdvisoryAda masalah keamanan di Cisco IOS. Waktunya untuk upgrade Internet.
  • Interview with Bill CheswickBill Cheswick berbicara tentang berbagai aspek keamanan jaringan
  • The Electronic Times InternetKorea akan gunakan 10 juta alamat IPv6 hingga 2010
  • IP Addresses on Endangered ListVista dorong IPv6?

Tulisan Baru

  • Internet Menggunakan Ponsel
  • SIP dan IPv6 di Nokia E51
  • VoIP untuk Jakarta
  • OOT: Pengen Ikut Bikin Laper?
  • IPv6 Jaringan Ekslusif?

© Copyright Jaringan.Info - Designed by Speckyboy. Brought by Wordpress Themes. Enjoy with a Marinara Pizza & a glass of red.