Laporan Singkat dari Mozilla 24
Akhir pekan lalu saya berkesempatan mengikuti sebagian dari Mozilla 24, yaitu acara komunitas sedunia Mozilla yang dilaksanakan selama 24 jam dari tanggal 15 hingga 16 September 12:00JST. Acara ini dilaksanakan di Tokyo, Prancis, Stanford, dan Bangkok secara tatap muka dan online. Tempat-tempat ini terhubung secara langsung melalui Internet menggunakan DVTS, yang mengirimkan digital video tanpa kompresi dengan kecepatan tinggi sekitar 35Mbps.
Mozilla 24 dibuka dengan sesi diskusi panel Is open source cool? yang menampilkan beberapa sudut pandang mengenai open source. Sesi tersebut kemudian disambung dengan SOI A+zilla –ajang kompetisi membuat add-on untuk produk Mozilla– yang diselenggarakan SOI Asia. SOI A+zilla diikuti sembilan peserta tidak hanya menampilkan extension untuk Firefox kreasi para peserta, tetapi juga presentasi budaya yang lebih cenderung tentang budaya otaku. Empat mitra SOI, yaitu ITB, USM, PSU, dan ASTI, juga mengirimkan video wawancara tentang penggunaan dan pengembangan open source.
Saya diberi tugas menjadi MC di sesi SOI A+zilla. Saya juga ikut serta dalam kompetisi ini, dan ternyata menang! Hehe… Hadiahnya adalah boneka Foxkeh bernomor seri 007. Extension yang saya buat adalah untuk menampilkan presentasi kita di browser Mozilla Firefox audiens secara langsung (sebenarnya ada delay 2-3 detik sih). Saya masih mengembangkan extension ini, dan berencana akan menerbitkannya dengan lisensi Mozilla Public License.
Yang paling menarik dalam sesi SOI A+zilla adalah presentasi oleh btm tentang maskot Foxkeh yang dikembangkan Mozilla Japan. Kita semua tentu tahu logo Firefox yang berasal dari Mozilla Corp. di Amerika Serikat. Tetapi pada bulan April 2004, di Jepang muncul karakter Firefox子 (Firefox-ko). Firefox-ko adalah karakter dengan gaya Moe (萌え), yaitu gaya karakter lucu (Jepang: kawaii) yang sering kita lihat di anime dan manga. Inugamix membuat gambar karakter tersebut karena ingin melakukan sesuatu untuk Firefox yang Ia gunakan, dan menurutnya Ia hanya punya kemampuan menggambar. Bagi Mozilla Corporation ini adalah sebuah masalah karena terkait dengan merk dagang. Tetapi karena budaya Jepang sangat menyukai yang lucu-lucu, maka pada akhirnya Mozilla Japan mengembangkan maskot Foxkeh.
Dalam sesi-sesi lain juga berlangsung diskusi antara peserta-peserta di empat lokasi penyelenggaran acara ini. Saya juga sempat menonton keynote oleh Lawrence Lessig yang disiarkan langsung dari Stanford. Prof. Lessig kembali mengusung tema sentral inovasi yang kali ini dengan kata kunci kebangkitan. Yang dimaksud di sini adalah kebangkitan konten yang dibuat oleh pengguna, di mana para pengguna dapat dengan lebih leluasa berinovasi dengan menggunakan lisensi Creative Commons. Mozilla 24 ditutup dengan sesi Global scale computing yang menampilkan impian anak-anak dari Jepang, Amerika Serikat, dan Thailand tentang masa depan sebagai bahan pembahasan oleh Bapak Internet Vint Cerf, Jun Murai (Bapak Internet Jepang), dan Mitchell Baker dari Mozilla Foundation. Pembahasan dalam sesi ini banyak berfokus pada akses, localization, dan topik-topik penelitian baru untuk Internet masa depan.
Masukkan Komentar
Harap isi form berikut untuk mengisi komentar
Makan-makan
photo2nya mana?
Bagaimana cara untuk mendapatkan boneka Foxkeh di Indonesia???