Jaringan.Info

Televisi Indonesia di Youtube

28 January 2007

Senin 22 Januari diberitakan bahwa BBC tengah melakukan perundingan dengan Google untuk menampilkan video di Youtube. Jika hal ini menjadi kenyataan, BBC akan menyusul NBC dan CBS yang telah melakukan hal yang serupa. Bagaimana dengan stasiun televisi Indonesia? Sepengetahuan saya hanya SCTV dan Metro TV yang menyiarkan berita mereka di Internet dalam bentuk video. Mengapa keduanya tidak mengambil langkah serupa dengan BBC?

Video berita dari Liputan6 SCTV kecil dan kadang terputus-putus. Saya yakin ukuran yang kecil ini adalah karena mempertimbangkan kapasitas lebar pita jaringan yang digunakan SCTV, dan terbukti dengan akses video yang kadang terputus. Bila SCTV menggunakan layanan penyedia video seperti Youtube, SCTV tidak perlu lagi memikirkan lebar pita jaringan untuk akses oleh penonton. Tentu ini akan memuaskan penonton –yang saya yakin sebagian besar berada di luar Indonesia– dengan kualitas gambar yang lebih baik.

Siaran langsung dari Metro TV dapat kita akses melalui Jump TV dengan membayar uang langganan hampir 10 USD per bulan, selain video yang tersedia di situs web Metro TV. Jalur Jump TV tepat bagi mereka yang tinggal di luar negeri dan ingin menonton siaran langsung tersebut, tetapi ceruk ini jauh lebih kecil daripada mereka yang ingin menonton berita yang tidak perlu langsung. Jadi, situasinya sama dengan SCTV.

Bagaimana, SCTV dan Metro TV? Banyak lho pemirsa di luar negeri yang menantikan untuk menonton berita dari stasiun Anda dengan kualitas yang jauh lebih baik!

3 Komentar. Ikuti perkembangan melalui RSS, atau silakan Trackback.

Squid IPv6 (update 2)

9 January 2007

A new diff againts Squid-2.6.STABLE6 is available. The changes are:

  1. HTTPS works for IPv6 and IPv4
  2. FTP works for IPv6 and IPv4
  3. URL using IPv6 address works (ex: http://[2001::dead:beef]/)
  4. Access the IPv6 addresses of a server before the IPv4 addresses
  5. Masklen is supported in squid.conf; no more netmask

Please run it and send me bug reports.

2 Komentar. Ikuti perkembangan melalui RSS, atau silakan Trackback.

Squid IPv6 (update 1)

2 January 2007

As I posted before (in Bahasa Indonesia), I am working on a IPv4/IPv6 portable version of Squid 2.6-STABLE. You can download the diff file and apply the patch to Squid-2.6-STABLE6. Applying the patch is as usual.

> gunzip squid-2.6.STABLE6.v6patch.20070102.gz
> tar zxpvf squid-2.6.STABLE6.tgz
> cd squid-2.6.STABLE6
> patch -u < ../squid-2.6.STABLE6.v6patch.20070102

The following functions are tested and working on IPv4/IPv6 on FreeBSD 4.10:

  1. HTTP accept
  2. HTTP request (still doesn’t support IPv6 addressed URL. Ex: http://[2001::abcd]/)
  3. Cache peering using ICP
  4. Internal DNS
  5. Access Control List (IPv4 addresses should be defined before IPv6 addresses. Ex: acl all src 0.0.0.0/0 ::/0)

Todos (mainly test and debug):

  1. Tests on other platforms, especially Linux (including using transparent proxy)
  2. WCCP
  3. Cache peering using HTCP
  4. External programs (Ex: cachemgr, authentication, SquidGuard)

Helps for these are very much welcomed!

5 Komentar. Ikuti perkembangan melalui RSS, atau silakan Trackback.

Internet Sekarat di Asia Tenggara

27 December 2006

Beberapa kabel bawah laut terputus akibat gempa di Taiwan (Yahoo!, Reuters) sehingga kapasitas akses Internet di Asia Tenggara anjlok. Telkom mengatakan 80% kapasitasnya bermasalah. Hingga tulisan ini diturunkan, situs web Telkom masih belum bisa diakses. Demikian pula Singtel yang merupakan salah satu upsteam Telkom. Berdasarkan pengamatan sepintas melalui Route Views, jaringan-jaringan di Indonesia masih terlihat di Internet. Tetapi karena kapasitas yang tersisa praktis jauh di bawah kebutuhan, maka situs-situs di Indonesia menjadi sangat sulit diakses.

Rusaknya kabel bawah laut di lepas pantai Taiwan ini kembali menunjukkan betapa rentannya jaringan Internet Indonesia yang berada di pinggiran Internet. Agaknya kita harus kembali memikirkan jalur-jalur kabel internasional dari Indonesia.

6 Komentar. Ikuti perkembangan melalui RSS, atau silakan Trackback.

Squid IPv6

21 December 2006

Squid v6 connectionHampir dua minggu ini saya mem-patch Squid Web Proxy Cache agar mendukung IPv6 dan IPv4. Squid adalah aplikasi untuk menghemat bandwidth akses Internet dengan menyimpan halaman-halaman web yang pernah diakses selama beberapa waktu. Dan saat halaman-halaman web itu diakses kembali, server Squid yang akan menyediakan halaman-halaman web, alih-alih diambil langung dari server web. Bila Anda memiliki akses Internet berkecepatan tinggi, barangkali tidak ada perlunya menggunakan web proxy seperti Squid. Jadi untuk apa mem-patch Squid? Dan bahkan jika Squid digunakan di jaringan Anda, barangkali Anda pun masih akan bertanya-tanya untuk apa mendukung IPv6 sementara hampir seluruh Internet menggunakan IPv4?

Tujuan utamanya adalah untuk digunakan di jaringan AI3 yang akan melakukan migrasi lebih jauh menuju IPv6. Kami berencana untuk membuat IPv6 menjadi protokol utama di backbone dan IPv4 hanya akan tersedia di jaringan akses yang terhubung langsung ke komputer-komputer partner yang tersebar di banyak tempat di Asia.

Dua hal utama yang diperlukan untuk migrasi ini: 1. metode translasi dari IPv4 ke IPv6 dan sebaliknya; dan 2. Squid untuk membolehkan akses web dari jaringan IPv6 ke jaringan IPv4. Translasi IPv4/IPv6 memungkinkan hubungan antara jaringan-jaringan yang hanya memiliki alamat IPv6 ke jaringan Internet yang hanya memiliki alamat IPv4. Sementara Squid akan digunakan sebagai aplikasi pendukung migrasi karena akses web masih merupakan jenis aplikasi terbanyak di Internet.

Saat ini baru fungsi-fungsi dasar saja yang saya patch, yaitu socket, DNS, dan ACL. Kode sumber yang saya gunakan adalah versi 2.6.STABLE5-20061205 dan hanya diujicoba pada FreeBSD 4.11-RELEASE. Contoh hasil akses menggunakan Squid versi ini dapat dilihat di gambar di atas, yaitu tampilan Wireshark atas packet-packet antara Squid dan server web yang ditangkap saat sedang ujicoba. Dari gambar tersebut terlihat bahwa:

  • Klien memiliki alamat IPv6 2001:d30:101:1:9dcc:daf0:xxxx:xxxx (dua blok terakhir disembunyikan).
  • Squid memiliki alamat IPv6 2001:200:0:8801:2d0:b7ff:fe9e:xxxx:xxxx.
  • URL web server adalah http://www.ripe.net/ripe/maillists/archives/ipv6-wg/2006/msg00056.html

Ada yang berminat membantu mem-patch Squid? Saya yakin Squid ini dapat mendukung perkembangan IPv6 di Indonesia, dan di seluruh dunia.

6 Komentar. Ikuti perkembangan melalui RSS, atau silakan Trackback.

IPv6 Day

6 June 2006

Tanggal 6 Juni 2006 adalah IPv6 Day, yaitu sebuah hari bersejarah. Pada hari ini, jaringan eksperimen IPv6, 6bone, dihentikan dan prefix 3ffe yang digunakan 6bone dikembalikan ke IANA. Jalan menuju migrasi IPv6 secara keseluruhan mungkin masih akan panjang. Mudah-mudahan kita warga Indonesia berkesempatan untuk turut berkontribusi dalam upaya-upaya ini. 6-6-6, IPv6!

2 Komentar. Ikuti perkembangan melalui RSS, atau silakan Trackback.

Indonesia di Pinggiran

12 March 2006

Gambar kabel bawah laut di akhir tahun 2004 jelas sekali menunjukkan betapa Indonesia berada di pinggiran jaringan telekomunikasi dunia, yang tidak langsung menunjukkan pula bagaimana posisi Indonesia di Internet. Secara sepintas bahkan negara kita tertinggal jauh di belakang Filipina, yaitu sesama negara kepulauan di Asia Tenggara.

Dua ciri node di pinggiran Internet adalah akses yang lambat dan mahal, dan ini yang memang terjadi di Indonesia. Kondisi ini tidak akan berubah dengan cepat. Indonesia bukan tidak mungkin akan terus berada di pinggiran selama-lamanya! Alasan utama hal ini adalah fenomena Power Law yang juga terjadi di jaringan Internet. Fenomena Power Law adalah fenomena yang menunjukkan ketimpangan, di mana segelintir pihak menguasai sebagian besar sumber daya, sementara sebagian besar hanya memperoleh sedikit sumber daya. Di Internet hal ini diterjemahkan menjadi: beberapa Penyedia Jasa Internet (PJI) utama yang dikenal dengan Tier 1 ISPs mempunyai jumlah sambungan dan bandwidth keseluruhan yang sangat besar, dan PJI-PJI di Tier lebih rendah memiliki jumlah sambungan dan bandwidth keseluruhan yang tidak sebesar itu. Seiring dengan perluasan Internet, Tier 1 ISPs menjadi lebih kaya sambungan dan bandwidth dibandingkan PJI-PJI lain.

Karena adanya Power Law, kecil sekali kemungkinan sebuah PJI asal Indonesia akan menjadi sebuah PJI Tier 1, dan semua PJI di Indonesia akan terus membayar bandwidth kepada PJI-PJI asing agar bisa tersambung ke Internet. Harga bandwidth internasional saat ini masih turun tiap tahunnya. Riset oleh TeleGeography menunjukkan harga bandwidth Trans-Pasifik turun sekitar 25% antara tahun 2003 dan 2004, dan jalur yang kompetitif akan menurunkan harga 30% atau lebih. Tetapi apakah penurunan harga ini akan dapat segera dinikmati Indonesia? Sebaliknya malah isu pajak bandwidth yang bergulir sejak kuartal terakhir tahun 2005. Hal ini tidak mengherankan, karena sektor telekomunikasi menyumbang pajak yang cukup signifikan bagi pendapatan APBN dari pajak.

Harga bandwidth domestik pun tidak murah. Layanan jalur IIX Indosat menetapkan biaya bulanan bandwidth 1Mbps sebesar 17 juta rupiah untuk wilayah Surabaya, tetapi biaya ini menjadi 36 juta rupiah untuk wilayah Semarang. Hal ini tampaknya terkait dengan kapasitas yang tersedia untuk wilayah tersebut serta pemilihan lokasi hub. Saya tidak menemukan harga yang ditawarkan para pesaing Indosat, termasuk harga jual bandwidth yang dijual operator-operator telepon seluler. Meskipun demikian saya duga harganya tidak berbeda jauh dengan harga Indosat.

Kunci utama untuk meningkatkan permintaan bandwidth terletak pada akses pelanggan (last-mile). Bila akses pelanggan ini berhasil ditingkatkan menjadi akses pita-lebar, maka akses ini akan menjadi pendorong bagi permintaan bandwidth ke Internet, yang berarti mendorong permintaan bandwidth domestik ke titik-titik di Indonesia seperti Batam dan Jakarta yang lebih dekat dengan atau memiliki bandwidth lebar ke titik-titik terdekat di luar negeri yang lebih dekat dengan pusat Internet, misalnya Singapura. Kompetisi di jalur-jalur ini akan menuju kepada penurunan harga bandwidth, tetapi hal ini semua sangat tergantung pada PT Telkom yang praktis memonopoli akses pelanggan. Bila PJI-PJI dapat dengan mudah memasang perangkat akses pita-lebar mereka di switch-switch PT Telkom dan mereka menentukan sendiri jalur domestik dan internasional mereka, barulah kita sebagai pelanggan akan menikmati kenaikan kapasitas dan penurunan harga bandwidth.

Indonesia masih tetap akan berada di pinggiran Internet sebagai efek dari fenomena Power Law. Tetapi para pelanggan di Indonesia akan menikmati kualitas akses Internet yang lebih baik bila hal di atas dapat dicapai.

9 Komentar. Ikuti perkembangan melalui RSS, atau silakan Trackback.

Aplikasi Pamungkas?

9 January 2006

Seseorang bertanya kepada tentang transisi menuju IPv6 akhir bulan November 2005. Saya menjawab bahwa kemungkinan hal itu akan terjadi antara 2009 hingga 2013, mengingat perkembangan alokasi alamat IP sekarang ini. Tampaknya si penanya skeptis dengan transisi tersebut, lalu menanyakan apakah ada aplikasi pamungkas (killer applications) supaya orang-orang mau berpindah ke IPv6. Pertanyaan ini umum diajukan. Tetapi apakah transisi menuju IPv6 memerlukan aplikasi pamungkas?

Lanjutan

7 Komentar. Ikuti perkembangan melalui RSS, atau silakan Trackback.

Kategori Penerima Inovasi

25 November 2005

Innovators. Kelompok ini adalah yang pertama dalam menerima inovasi baru, dan ditandai dengan pengetahuan teknis yang tinggi. Kelompok ini cenderung paling baik dalam menghadapi tingginya ketidakpastian dalam inovasi.

Early adopters. Kelompok ini cenderung menjadi pemberi pengaruh terbesar dalam tingkat penerimaan inovasi. Mereka mengkomunikasikan penilaian subjektif terhadap inovasi kepada orang-orang lain.

Early majority. Kelompok ini membutuhkan waktu dalam menerima inovasi. Pertimbangan hati-hati adalah karakteristik kunci kelompok ini.

Late majority. Kelompok ini cenderung mendekati inovasi dengan skeptisisme yang besar dan perlu diyakinkan akan kelebihan-kelebihan sebuah inovasi. Mereka cenderung didorong oleh tekanan dari kelompok dan kebutuhan ekonomi.

Laggards. Kelompok ini cenderung curiga terhadap inovasi, dan dengan demikian membutuhkan waktu yang lama untuk menerima inovasi. Kesadaran mereka akan adanya inovasi pada tahap awal inovasi tersebut umumnya sangat rendah.

Nah, Anda termasuk golongan yang mana?

(Diambil dari Majalah Communications of the ACM, Oktober 2005.)

4 Komentar. Ikuti perkembangan melalui RSS, atau silakan Trackback.

IPv6 Sudah Siap

20 November 2005

Ketua IPv6 Forum, Latif Ladid, menyatakan bahwa IPv6 sudah siap untuk digunakan. Hal senada pun dinyatakan dalam pernyataan pers tentang penutupan KAME Project, yaitu proyek yang bertujuan mengembangkan IPv6. Dengan demikian, dapat kita katakan bahwa evolusi Internet telah membuka satu bab baru dalam sejarah.

Kapankah kita akan melihat perkembangan pesat penggunaan IPv6? Saat ini alokasi alamat IPv6 masih kecil dengan pertumbuhan yang landai, seperti yang dapat dilihat dari data tabel BGP. Saya menduga bahwa IPv6 akan mulai diadopsi secara luas dalam dua-tiga tahun mendatang. Pendorong-pendorong hal ini antara lain:

  1. Microsoft Windows sudah mendukung IPv6, sehingga IPv6 sudah hadir di pengguna komputer,
  2. kebutuhan akan bandwidth yang meningkat, sehingga ISP-ISP perlu memperbarui perangkatnya, yang sudah mendukung IPv6,
  3. alamat IPv4 akan habis antara tahun 2009 dan 2013, dan
  4. transisi jaringan telepon seluler ke teknologi 3G.

Apakah dugaan saya akan tepat? Ya belum tahu juga. Tetapi menurut saya, sudahlah saatnya untuk mulai membiasakan diri dengan protokol baru ini guna merebut peluang-peluang yang akan datang sekaitan dengan transisi menuju IPv6.

Tidak ada Komentar. Ikuti perkembangan melalui RSS, atau silakan Trackback.

« Tulisan Terdahulu
Tulisan Berikut »

Cari sesuatu?

Link Menarik

  • Hasil Survei IPv6 oleh ARINBanyak yang tidak siap di Amerika.
  • Filipina bergerak ke IPv6Kampanye dan seminar untuk jaringan IPv6 di Filipina.
  • Fixing the unfairness of TCP congestion control | George Ou | ZDNet.comAkankah ini mengubah Internet yang kita kenal sekarang?
  • Tren Alamat IPv4Sisa alamat IPv4 dengan prefixlen 8
  • The Internet’s space shortageKelangkaan alamat Internet
  • Microsoft Vista\’s IPv6 Raises New Security ConcernsSiap-siap masalah sekuriti mulai muncul di IPv6
  • IPv4 Addresses Expected To Run Out In 2010IPv4 address mau habis?
  • Cisco Security AdvisoryAda masalah keamanan di Cisco IOS. Waktunya untuk upgrade Internet.
  • Interview with Bill CheswickBill Cheswick berbicara tentang berbagai aspek keamanan jaringan
  • The Electronic Times InternetKorea akan gunakan 10 juta alamat IPv6 hingga 2010
  • IP Addresses on Endangered ListVista dorong IPv6?

Tulisan Baru

  • Internet Menggunakan Ponsel
  • SIP dan IPv6 di Nokia E51
  • VoIP untuk Jakarta
  • OOT: Pengen Ikut Bikin Laper?
  • IPv6 Jaringan Ekslusif?

© Copyright Jaringan.Info - Designed by Speckyboy. Brought by Wordpress Themes. Enjoy with a Marinara Pizza & a glass of red.